Showing posts with label undangan mahal. Show all posts
Showing posts with label undangan mahal. Show all posts

Friday, October 11, 2013

Makna MAHAR dan PENINGSET


Calon mempelai atau pengantin harus memahami makna atau arti dari mahar. Mahar dalam wikipedia bahasa Indonesia adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan.
Pemberian mahar dalam pernikahan tidak hanya sebatas budaya yang berlaku dalam peradaban manusia, tata cara dan pemberian mahar bahkan diatur dalam kitab sucibeberapa agama seperti Islam dan Kristen.
Mahar dalam agama islam dinilai dengan menggunakan nilai uang sebagai acuan, hal ini disebabkan karena mahar merupakan harta dan bukan semata-mata sebagai sebuah simbol. Wanita dapat meminta mahar dalam bentuk harta dengan nilai nominal tertentu seperti uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, atau benda berharga lainnya. Mahar juga dapat berupa mushaf Al-Qur’an serta seperangkat alat salat. Agama islam mengizinkan mahar diberikan oleh pihak laki-laki dalam bentuk apapun (cincin dari besi, sebutir kurma, ataupun jasa), namun demikian mempelai wanita sebagai pihak penerima memiliki hak penuh untuk menerima ataupun menolak mahar tersebut.
Mahar merupakan kewajiban dari pihak pria namun biasanya dibicarakan anatara kedua belah pihak agar dicapai kesepakatan bersama dan menjadi simbol dimulainya ikatan kekeluargaan yang diawali dengan sikap saling mengerti dan penerimaan. Mahar, dianjurkan yang bermanfaat, ringan, sederhana, dan tidak berlebihan.
Peningset
Dalam prosesi adat Jawa mahar biasa diiringi pula dengan seserahan atau juga disebut peningset. Peningset atau seserahan bisa dibuat sebagus dan semenarik mungkin, namun pada dasarnya peningset adalah perlambang ikatan. Berasal dari kata “singset” yang artinya ”mengikat”, berarti adalah pengikat hati antara dua keluarga. Secara adat Jawa, peningset biasanya terdiri atas: satu set daun sirih yang disebut Suruh Ayu, beberapa helai kain jarik dengan motif batik yang berbeda, kain bahan untuk kebaya, ikat pinggang tradisional yang disebut stagen, buah-buahan (terutama pisang), sembako (beras, ketan, gula, garam, minyak goreng, bumbu dapur), satu set cincin nikah, dan sejumlah uang sebagai sumbangan pihak pria untuk penyelenggaraan acara pernikahan.
Mahar dan Peningset sesungguhnya mempunyai arti yang sangat dalam, jauh lebih dalam dari sekedar pemberian materi dari pihak pria kepada wanita. Kesungguhan mempelai pria dalam memberikan mahar peningset (dalam kemampuannya) menyiratkan penghargaannya yang tinggi kepada calon mempelai wanita dan juga kedua orang tuanya. Orang tua mempelai wanita akan mendapatkan kesan yang mendalam dengan pemberian mahar ataupun peningset, yang diupayakan oleh calan mempelai pria menurut kadar dan kemampuannya dalam wujud terbaik yang bisa dipersembahkannya. Kesan dasar yang didapat dari sebuah mahar atau peningset adalah bahwa calon mempelai pria akan menghormati, memberikan penghargaan dan menjaga dengan baik calon mempelai wanita dengan ketulusan hati dan keluhuran budi, hingga akhir hayatnya…:D
Gambar : google images

Kue keranjang, wajib saat Imlek


Imlek sudah lewat, tapi ngga ada salahnya nambah ilmu tentang tradisi. Tradisi yang mau di bahas ini tentang kue yang wajib ada saat imlek atau tahun baru Cina. Sudah pernah coba Kue Keranjang belum? Kalo belum cepet-cepet deh nyoba…sayang kan, kue enak begini ngga pernah nyoba. Keberadaanya memang jarang kalo ngga pas event imlek, tapi kalo beruntung bisa nemu kok di pasar tradisional atau pasar di daerah Jakarta Kota yang banyak menjual keperluan ibadah Budha atau Kong Hu Cu. Yang paling penulis tunggu saat imlek, selain kemeriahan acaranya, ya kue keranjang ini, mmm…manis, kenyal, lengket…seru deh makannya…:D


Kue keranjang disebut juga sebagai Nian Gao atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee yang artinya kue manis. Nian Gao, kata Nian sendiri berarti tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Disebut kue keranjang karena wadah cetaknya yang berbentuk keranjang. Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket. Sering dipanggil dengan sebutan dodol cina karena “lengket”-nya itu. Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru Imlek. Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek).
Dipercaya pada awalnya, kue ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga. Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.
Di Cina terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.
Kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi keras dan awet. Setelah keras dapat diolah dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam kemudian disajikan hangat-hangat. Dapat pula dijadikan bubur dengan dikukus kemudian ditambahkan bumbu-bumbu kesukaan. :D
Gambar : google images

Undangan Etnik Mamasa


Hohoho… Sekarang giliran untuk mengenal Mamasa, Sulawesi Barat. Lewat seni ukir khas-nya kita kunjungi Mamasa. Simpel, namun unik, memiliki karakter namun tetap bisa menampilkan kesan luwes, inilah gambaran dari masyarakat Mamasa yang diaplikasikan lewat seni ukirnya, dan kami mencoba menghadirkannya dalam koleksi desain undangan etnik kami yang baru.
Motif di hadirkan dengan warna hitam, dan background atau warna dasar didapat dariwarna kertas, yaitu gold, hmm….karakternya kuat dan kesan mewahnya juga dapet banget kan…
Space yang terdapat dibagian sayap kiri dan kanan undangan dimanfaatkan sedemikian rupa. Salah satunya dengan menempatkan foto calon pengantin, di setting agar tetap matching dengan desain keseluruhan tentunya.
Penasaran dengan desain undangan yang satu ini? Main yuk, ke toko kami…:D

True Loves Never Dies. It only gets stronger


 
There is some good and inspiring story about Love and Time…here is the story, enjoy it guys :
Once upon a time, there was an island where all the feelings lived. Happiness, Sadness, Knowledge, and all of others, including Love.  One day it was announced to the feelings that the island would sink, so all constructed boats and left. Except for Love. Love was the only one who stayed. Love wanted to hold out until the last possible moment. When the island had almost sunk, Love decided to ask for help.
Richness was passing by Love in a grand boat. Love said, “Richness, can you take me with you?” Richness answered, “No, I can’t. There is a lot of gold and silver in my boat. There is no place here for you.”
Love decided to ask Vanity who was also passing by in a beautiful vessel. “Vanity, please help me!”. Vanity answered, ” I can’t help you, Love. You are all wet and might damage my boat,”
Sadness was so close by, so love asked, “Sadness, Let me go with you.” “Oh … Love, I am so sad that I need to be by myself!”
Happiness passed by Love, too, but she was so happy that she did not even hear when Love called her.
Suddenly, there was a voice, “Come, Love, I will take you.”  It was an elder. So blessed and overjoyed, Love even forgot to ask the elder where the
y were going. When they arrived at dry land, the elder went her own way. Realizing how much was owed the elder,
Love asked Knowledge, another elder, “Who helped me?”
“It was Time,” Knowledge answered.
“Time?” asked
Love. “Bit why did Time help me?”
Knowledge smiled with deep wisdom and answered, “Because only Time is capable of understanding how valuable Love is.”
It is true, right? so if someone you love break your heart, stay cool guys cause Time will heal your soul, and you’ll get someone new that really love you, understand you, and respect the Love.. Keep trying and be positive.
Cheers ^^