Showing posts with label undangan elegan. Show all posts
Showing posts with label undangan elegan. Show all posts

Friday, October 11, 2013

Nuansa Etnik di Kamar Pengantin


Hmmm…”kamar bernuansa tradisional”..apa yang ada dikepala kita ketika mendengar kalimat ini? Kamar yang penuh dengan nuansa kayu, warna kayu, ukiran kayu, berat, tua. Tapi ngga juga kok, kamar bernuansa tradisonal ngga melulu harus diisi dengan perabot kayu yang berdetail motif ukiran suatu daerah.
Nuansa etnik dikamar pengantin bisa didapati dari pesona ornamen etnik yang menghiasi kamar tersebut, kain tenun, batik, anyaman, hiasan manik-manik, perhiasan tradisional bisa memberikan kesan etnik yang kental jika dipadukan dengan baik didalam kamar.
Gaya etnik dipilih sebagian orang karena kesan natural yang dalam sehingga terasa sejuk dan dekat dengan alam, serta kesan romantis yang dibawa oleh kain-kain tenun yang lembut dengan warna-warna menawan dan tak lupa furniture kayu dengan sedikit elemen ukir pun menambah kesan tradisional.
Sampirkan kain tenun sebagai penutup ujung bagian bawah tempat tidur (runner), jadikan batik sebagai aksen pelengkap pada sarung bantal atau seprai anda. Berkreasilah dengan padu padan batik prada, kain tenun, kain bersulam ataupun kain bermanik, oh iya, jangan lupakan bahan lace atau brocade, itupun bisa membangkitkan suasana tradisional yang menawan.

Sebagai pencerah kamar nuansa modern bisa digabungkan tanpa menghilangkan nafas tradisonal. Gunakan rangkaian bunga modern dengan vas dari bahan gerabah dengan warna alami, hmm…tetap etnik kan…:D
Kain penutup jendela pun bisa menggunakan bahan vitrage modern dan gunakan tali rami sebagai pengikatnya, simpel tapi cantik..
Percantik ruangan dengan lilin-lilin beraroma terapi. Gunakan wadah dari bahan logam berornamen. Gelang-gelang etnik berdiameter besar dan tinggi (seperti gelang makassar) juga bisa dijadikan wadah lilin atau vas bunga, cukup letakkan gelang di tempat lilin atau vas hanya sebagai penutup wadah yang sebenarnya.
Untuk meja-meja yang ada dikamar gunakan selendang etnik yang menjuntai hingga kelantai sebagai taplaknya. Berikan rangkaian bunga dengan vas-vas kecil berwadah tradisional, bisa juga menggunakan hiasan bunga lokal seperti mawar lokal ataupin bunga aster.  Sebagai hiasan dinding, gantungkan piring antik koleksi bermotif cantik dengan paduan warna yang senada.
Koleksi perhiasan anda juga bisa dipajang dengan wadah etnik yang cantik dan ditaruh dimeja rias untuk mempercantik dekorasi ruang.
O iya, yang terakhir dan salah satu yang paling penting, taburkan kelopak bunga diranjang pengantin…mmm…kesan romantisnya dapet banget kan…:D
Eh…tapi kenapa cuma untuk kamar pengantin aja ya, untuk anda yang sudah menikah dan ingin merubah dekorasi kamar dengan suasana tradisonal romantis agar hubungan tetap hangat bisa dicoba juga lho..tips nya jangan takut bereksperimen dengan segala bahan untuk memadupadankan unsur tradisional dan modern, dan jangan terlalu banyak menggunakan warna. Warna kalem dan tenang bisa menjadi pilihan, tapi sentuhan warna dramatis seperti merah atau kuning bisa menjadi unsur ceria dalam ruangan. Selamat mencoba…:D
Gambar :
telegraph.co.uk
dnliving.com
lagoric’s market wall
blog.ikdesignspark.com
fashionmostwanted.com
http://www.saffronmarigold.com
apartmenttherapy.com
superstock.com
townhousecompany.com

Aku Akan Setia, Seperti Buaya :D


Wow…apa hubungannya buaya dengan kesetiaan? Bukannya kalo laki-laki yang suka gombal itu disebut “Buaya”? jadi berbanding terbalik dunk?
Hehehehe, entah yang mana yang keliru…kalo menurut penulis sih, itu cuma lantaran perbedaan pandangan :D
Kalo laki-laki disebut buaya karena gombalnya, mungkin karena sama dengan sifat buaya yang melahap buruannya dengan terlebih dahulu diintai, seolah ingin tahu lebih dekat, padahal sih…mau di caplok,HAP!! Dan mungkin juga karena airmatanya… Lho kok? Iyah, kalo buaya mengeluarkan airmata, itu bukan karena mereka sedang sedih, tapi itu adalah bentuk penyesuaian tubuh untuk mengeluarkan kelebihan garam. Dari sinilah timbul istilah “air mata buaya” alias air mata palsu, hehehehe…
Hmm…itu bedanya dengan orang-orang tua kita, :D filosofi mereka justru lebih kuat dan sangat mendasar…Buaya menjadi lambang kesetiaan,karena buaya hanya akan kawin dengan satu pasangan saja dalam hidupnya, hu…so sweet…Itulah kenapa dimasyarakat betawi, buaya menjadi simbol yang selalu diikutsertakan dalam upacara pernikahan dan dihadirkan dalam bentuk roti.

Roti buaya selain memiliki makna kesetiaan juga menjadi perlambang kesabaran (karena buaya sabar mengintai buruan), lambang kejantanan (siapa yang ngga setuju untuk yang satu ini :D ) dan juga lambang kemapanan, itu karena dulu orang jarang yang bisa makan roti, karena roti yang adalah juga makanan orang eropa (dulunya) mahal harganya dan sulit pembuatanya. Itu pula yang mendasari aturan bahwa roti buaya harus dalam keadaan baik, tanpa cacat sewaktu sampai kekediaman mempelai wanita (iyalah, udah mahal,susah pula buatnya), walaupun sekarang roti buaya relatif mudah mendapatkanya dan dengan harga yang relatif murah (tergantung ukuran dan bahan yang digunakan).
Setelah acara akad nikah selesai, roti ini dibagikan kepada sanak keluarga yang belum menikah, dengan harapan agar secepatnya menyusul ke pelaminan. Tuh kan, kalo orang barat punya lempar bunga kita juga punya “lempar buaya” :D
Gambar : Google Images

Si Cokelat Yang Lezat


Siapa siy yang ngga suka cokelat? Hehehhe yang pasti bukan saya, karena saya syuuuukkkaaaa banget sama si Cokelat.
Cokelat umum dikonsumsi sebagai makanan/camilan favorit dan juga diberikan sebagai hadiah atau bingkisan karena bentuk, corak, dan rasa yang unik. Bahkan coklat juga lazim sebagai lambang pernyataan cinta,  yoi…apalagi Valentine-an, makin popular aja ni Si Coklat…
Cokelat dihasilkan dari kakao,  yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun sebelum masehi. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selaput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.
Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran. Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter). Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya lebih bisa diterima oleh lidah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah, bahkan sering digunakan sebagai mata uang.
Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratispedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “house of chocolate” untuk menyimpan persediaan cokelat. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas
Di tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara. Hohoho jadi tau deh asal dari merek dagang yang satu itu J.
Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayumanis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula.
Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kokoa (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).
Rasa cokelat
Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam bukunya Kaisar Cokelat (Emperors of Chocolate), Joel Glen Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Menurutnya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri.
Kok Enak Ya Kalo Makan Coklat?
Efek psikologis yang terjadi saat menikmati cokelat dikarenakan titik leleh lemak kokoa ini terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh manusia. Sebagai ilustrasi, bila anda memakan sepotong cokelat, lemak dari cokelat tersebut akan lumer di dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut yang khas dimulut, riset terakhir dari  BBC mengindikasikan bahwa lelehnya cokelat didalam mulut meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat daripada aktivitas yang dihasilkan dari ciuman mulut ke mulut, dan juga akan terasa empat kali lebih lama bahkan setelah aktivitas ini berhenti.
Pemalsuan rasa
Pemalsuan rasa cokelat sering terjadi karena kokoa adalah bahan yang relatif mahal dibandingkan dengan gula atau minyak nabati. Kedua bahan ini sering digunakan untuk menggantikan kokoa.
Lemak kokoa sering digantikan minyak yang lebih murah, seperti lesitin dari kedelai atau minyak palem. Selain soal harga, dengan kedua bahan ini pelapisan cokelat menjadi lebih mudah. Perbandingan kokoa padat (komponen nonlemak pada biji yang digiling) juga cenderung rendah. Dalam cokelat batangan, misalnya, sekitar 20% gula-gula itu diisi cokelat.
Cokelat premium, di sisi lain, biasanya mengandung sekitar 50 – 70% cokelat padat. Karena mengandung lebih sedikit gula dan mungkin juga sedikit minyak nabati, cokelat pekat ini mengandung lebih sedikit kalori dari produk cokelat pada umumnya. Pantaslah bila para pencinta cokelat sering “protes” gara-gara cokelat disalahkan untuk masalah yang sebenarnya disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan.
Kandungan cokelat
Cokelat mengandung alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah. Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.
Racun bagi hewan tertentu
Adanya kandungan teobromin dalam cokelat bisa menjadi racun untuk sebagian hewan bila dikonsumsi. Hewan-hewan yang bereaksi keracunan pada kandungan teobromin diantaranya adalah kuda, anjing, burung kakaktua, tikus jenis kecil dan kucing (khususnya anak kucing), ini dikarenakan metabolisme tubuh mereka tidak dapat mencerna kandungan kimia ini secara efektif. Bila mereka diberi makan cokelat maka kandungan teobromin akan tetap berada dalam aliran darah mereka hingga 20 jam, akibatnya hewan-hewan ini mungkin mengalami epilepsi dan kejang-kejang, serangan jantung, pendarahan internal, dan pada akhirnya menyebabkan kematian. Penanggulangannya adalah dengan merangsang hewan-hewan ini agar memuntahkan cokelat dan secepat mungkin membawa mereka ke dokter hewan.
Gambar : googles images

Kue keranjang, wajib saat Imlek


Imlek sudah lewat, tapi ngga ada salahnya nambah ilmu tentang tradisi. Tradisi yang mau di bahas ini tentang kue yang wajib ada saat imlek atau tahun baru Cina. Sudah pernah coba Kue Keranjang belum? Kalo belum cepet-cepet deh nyoba…sayang kan, kue enak begini ngga pernah nyoba. Keberadaanya memang jarang kalo ngga pas event imlek, tapi kalo beruntung bisa nemu kok di pasar tradisional atau pasar di daerah Jakarta Kota yang banyak menjual keperluan ibadah Budha atau Kong Hu Cu. Yang paling penulis tunggu saat imlek, selain kemeriahan acaranya, ya kue keranjang ini, mmm…manis, kenyal, lengket…seru deh makannya…:D


Kue keranjang disebut juga sebagai Nian Gao atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee yang artinya kue manis. Nian Gao, kata Nian sendiri berarti tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Disebut kue keranjang karena wadah cetaknya yang berbentuk keranjang. Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket. Sering dipanggil dengan sebutan dodol cina karena “lengket”-nya itu. Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru Imlek. Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek).
Dipercaya pada awalnya, kue ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga. Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.
Di Cina terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.
Kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi keras dan awet. Setelah keras dapat diolah dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam kemudian disajikan hangat-hangat. Dapat pula dijadikan bubur dengan dikukus kemudian ditambahkan bumbu-bumbu kesukaan. :D
Gambar : google images

Emas, investasi menguntungkan


Kalau salah satu kendala dalam mewujudkan pernikahan adalah masalah biaya, maka harus diusahakan dunk, bukan berarti mandeg and do nothing…:D Nah, kalau usaha sudah dilakukan dan mendatangkan hasil yang berupa materi trus bingung mau nyimpennya gimana, mungkin simpan dalam bentuk emas bisa menjadi pilihan.
Emas, yang termasuk dalam golongan logam mulia banyak dijumpai dalam bentuk perhiasan, nah, untuk keperluan investasi juga ada pilihan jenisnya, yaitu dalam bentuk koin dan batangan.
Saat ini, jenis emas ada 3, yaitu yang berbentuk perhiasan, koin dan batangan. Dulu jenis emas koin biasa digunakan untuk pembayaran Ongkos Naik Haji. Jenis emas ini dulunya bisa di beli di Pegadaian, namun kini sudah tidak tersedia lagi. Kelebihan emas sebagai investasi adalah karena emas mempunyai nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan nilai yang melekat pada benda itu (innate). Ketiga unggulan ini tidak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti uang kertas, saham dan surat berharga lainnya.
Perhiasan Emas
Emas dalam bentuk perhiasan memang bukan menjadi pilihan utama untuk investasi, namun nilai estetikanya yang tinggi mempunyai fungsi sebagai penghias diri dan seringkali menjadi modal penambah kepercayaan diri :D
Saat kita membeli perhiasan emas, harga yang kita bayarkan selain harga emasnya, adalah termasuk ongkos pembuatan, dan desain. Apalagi jika kita membeli perhiasan ditoko emas ternama, otomatis ongkos pembuatannya akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan membeli emas dipasar tradisional. Nah, ketika kita jual kembali yang dihargai hanya emasnya saja…

Koin Emas
Koin emas memiliki nilai fisik (intrinsic) dan nilai ekstrinsik dari kelangkaannya. Semakin tua dan mengandung nilai sejarah, maka akan semakin mahal harganya, bahkan hingga milyaran rupiah…woowww…
Koin emas yang banyak beredar saat ini adalah Koin Dinar Emas, Koin Shio, dan Koin Polos, ketiganya dengan kadar yang berbeda.
Ada beberapa keuntungan dalam ber-investasi koin Emas, diantaranya memiliki sifat Unit Account, mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau Anda punya 100 koin dan hari ini perlu 5 koin, tinggal dilepas yang 5 koin. Sisanya disimpan. Sangat liquid, mudah diperjualbelikan. Nilai jual kembali tinggi, karena mengikuti perkembangan harga Emas International. Mudah diperjualbelikan
Tapi sayangnya di Indonesia koin emas dikategorikan perhiasan, sehingga pembelianya dikenakan PPn 10% dan biaya pembuatan berkisar antara 3% – 5%.
Emas Batangan


Kalau emas yang satu ini paling cocok untuk investasi nih… karena nilainya mengikuti standar internasional. Ukurannya mulai dari 1gr, 2.5gt, 5gr, 10gr, 25gr, 50gr, 100gr, 1kg. Hehhehe jangan bayangin emas batangan yang gede-gede kayak dipilem yah…:D
Emas batangan yang dikatakan sangat baik dan cocok untuk investasi adalah yang mempunyai kadar 24 Karat dan tingkat kemurnian 99.99%. Tapi emas batangan seperti ini hanya diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tertentu, karena untuk memurnikan Emas sampai dengan 99.99% memerlukan investasi peralatan yang sangat mahal. Hanya ada 55 perusahaan di dunia ini yang bisa memurnikan Emas sampai dengan 99.99%. Jangan khawatir, PT Aneka Tambang (ANTAM) adalah salah satu dari 55 perusahaan tersebut. Emas jenis ini akan disertai dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik yang memuat tentang kadar Emas, berat dan keabsahannya.
Sesuaikan berat emas batangan dengan kebutuhan investasi kita. Karena kalau berat satuannya terlalu besar dan tidak sesuai dengan kebutuhan dan pola keuangan, maka investasinya akan kurang fleksibel. Misalnya, kita membeli emas batangan 100 gram, yang bernilai kurang lebih Rp.43 juta, suatu saat kita perlu uang 10juta, tentunya emas itu ngga bisa dipotong-potong dong….:D
Hmm….untuk yang sedang kumpulkan dana untuk nikah, simpannya dalam bentuk emas aja deh…dijamin ngga bakalan rugi, malahan akan untung…
Selamat Berinvestasi…!!!
Sumber : dari berbagai sumber
Gambar : Google Images